Rabu, 17 April 2013

Ke Ambon (part 2)

Masih di Ambon, dan ternyata kegiatan yang akan kami hadiri baru di buka pukul 19.00 nanti. Hmmm.. berarti masih banyak kesempatan untuk jalan-jalan keliling kota. Berenam, kami kembali menuju ke pusat kota dengan tujuan utama mencari oleh-oleh. Tujuan pertama adalah ke daerah Trikora, di situ ada pusat pembelian besi putih, oleh-oleh khas dari Maluku. Beberapa teman saya sempat bingung dengan yang di maksud besi putih, dikiranya belinya kiloan gara-gara candaan pak sopir yang bilang kalau di toko itu ada banyak, mau beli berapa kilo juga jadi hahaha...
Padahal di toko tersebut besi putih yang di maksud adalah perhiasan seperti kalung, anting, gelang, cincin daan lain sebagainya yang di buat dari besi putih asli. Karena saya orangnya tidak begitu tertarik dengan yang namanya perhiasan, maka saya biarkan saja teman-teman berbelanja sepuas mereka. Namun akhirnya saya tergoda juga.. :) Sebuah kalung dengan liontin ikan menarik perhatian saya hingga kalung itupun beralih ke leher saya qiqiqi.... Harganya 125k, namun setelah tawar-menawar akhirnya menjadi 100k. Sementara itu teman-teman saya kebanyakan membeli cincin dengan harga yang sama. Cincinnya memang cantik. Kata penjualnya di luarnya di tambah dengan kerang sehingga mulus dan tidak bisa tergores.

kalung besi putih yang menggodaku..

Puas melihat olahan besi putih, kami beralih ke Toko Petak 10, pusat oleh-oleh khas Ambon. Di sini ada makanan khas Ambon yang sudah di kemas dalam dos cantik, siap untuk dijadikan oleh-oleh. Ada serut (terbuat dari sagu, bentuknya panjang-panjang), sagu tumbuk, kue kenari, cake pisang tongka langi', dan beberapa jenis kue lainnya. Kemudian ada pula minyak kayu putih asli yang memang hasil bumi dari daerah ini. Saya sempat membeli 2 botol ukuran 100 ml oleh-oleh untuk ibu bos saya. Harganya 80k untuk 2 botol itu.
Selanjutnya karena masih banyak waktu, saya menyarankan untuk pergi ke pemandian air panas di Tulehu. Karena tak ingin singgah di hotel mengambil pakaian, kamipun mencari baju di  mall Amplas (Ambon Plaza)  untuk digunakan nanti saat berendam air panas. Ternyata di Amplas kami bertemu dengan rombongan dari Manokwari yang baru tiba paginya dan langsung ikut jalan-jalan. Setelah mendapatkan pilihan masing-masing, kami langsung menuju ke Tulehu, setelah sebelumnya menyempatkan makan siang di sebuah Warung Makan Padang.
Tulehu jaraknya cukup jauh. Namun perjalanan jauh cukup sepadan dengan hasil yang di dapat. Nikmatnya berendam air panas, apalagi dengan tubuh yang lelah. Kolam di Tulehu terbagi 2. Sebelah kiri merupakan kolam yang sudah di buat secara modern. Kemudian yang di sebelah kanan dipertahankan tetap alami dengan masih merasakan batu-batu di bawah alas kolam. Oh ya, di tempat ini juga sudah disiapkan ruang ganti. Oh ya, air panasnya terbagi 2 pula dengan tingkat panas yang berbeda-beda. Kalau baru pertama serasa mau melepuh saat memasukkan kaki. Namun lama-lama menjadi lebih nikmat.

tulehu


Dari Tulehu, kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Waai. Di sini juga ada sebuah kolam panjang, tapi bukan untuk berenang. Tujuan kami ke sini untuk melihat morea (sejenis belut berukuran besar). Sama dengan yang pernah saya lihat di kampung saya dulu di postingan ini. Untuk melihat hewan ini, ada pawang khusus yang memanggilnya. Kita cukup membeli beberapa butir telur sebagai umpan agar si morea mau keluar. Sang pawang bahkan menyuruh salah seorang teman saya untuk masuk ke kolam mengelus sang morea.
sang pawang memanggil si belut besar


Puas melihat morea, kamipun pulang menuju ke hotel. Namun sebelumnya kami menyempatkan diri menikmati senja di Pantai Natsepa yang jaraknya tidak begitu jauh dari hotel. Di pantai ini kita dapat berenang sepuasnya, bermain banana boat, atau sekedar duduk-duduk menikmati rujak natsepa yang terkenal itu dan juga pisang goreng. Tak terasa sudah hampir pukul 6 sore. Kamipun bergegas pulang ke hotel untuk segera mengikuti kegiatan. Hmmm... sepertinya lebih banyak jalan-jalannya daripada ikut kegiatan yang seharusnya. Hehehe...

menikmati rujak di pantai natsepa


 
rujak natsepa
(bersambung..)

8 komentar:

  1. Haduuuh Pantai ambon sudah bikin pingin ke sana, Mba Ambon keren dan indah ya, ayo ekspos terus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup...bgausnya karena pantainya bersih dan masih alami.

      Hapus
  2. aaaaah Ambon manise
    kangen ikan asar saparua ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya, lupa nyebut ikan asarnya...

      Hapus
  3. Balasan
    1. Itu yang bikin saya kepincut Mama Cal-vin

      Hapus
  4. ternyata rujak itu udah nasional bgt, ya. Kl lg pada ngumpul2 selalu ada rujak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. iya nih, gak ada rujak gak asik *nah lho..

      Hapus