Kamis, 17 Januari 2019

Cantik di Era Milenial



Beberapa hari lalu seorang teman curhat kepada saya mengeluhkan kulitnya yang seperti berasa terbakar, dan juga agak  gatal.  Saya yang suster bukan dokter juga bukan mencoba menggali kira-kira apa masalahnya. Ternyata beberpa hari belakangan ini dia kerap mengoleskan sebentuk lotion yang lagi ngehits dengan harapan kulitnya yang kecoklatan bisa lebih bersih alias lebih putih. Memang sih, kebanyakan masyrakat kita sekarang ini mengira dengan berkulit putih mulus tentunya sudah termasuk cantik dan akan memesona sehingga semua mata akan tertuju padamu. Tapi hei.. coba lihat para bule yang berkulit putih malahan sengaja datang berjemur di negara tropis kita ini demi mendapatkan kulit cokelat yang eksotis. 

Oke, balik ke si body lotion tadi. Saya tidak menjudge si body lotion adalah penyebab kulit teman tadi jadi berasa gatal alias ada reaksi alergi. Bisa saja memang karena kuliti kawan saya yang sensitif dan tak cocok dengan produk tersebut. Namun di masa sekarang ini, era milenial kalo orang bilang, mestinya kita berhati-hati dalam menggunakan produk yang kita konsumsi  alias kita gunakan sehari - hari.  Seperti contoh  kosmetik yang kita pakai setiap hari. Semua orang tentu kepingin cantik. Namun   terlihat cantik tentu harus dengan kiat - kiat tertentu.

sumber : instagram bpom


Dengan berkembangnya era digital,  produk kecantikan pun ikut mengikuti perkembangan jaman. Berbagai produk baik yang merupakan produk MLM ataupun produk keluaran pabrik bermerek kelas wahid dengan mudah kita akan temukan menjamur pemasarannya secara online. Buka saja  bukal*pak ataupun toko online andalan gue si Shop*pe., ketik produk kosmetik yang kau inginkan, dan taraa… berbagai harga muncul dari yang terendah hingga yang membuat kau harus merogoh kantong dalam-dalam. Tinggal klik, dan barang akan segera meluncur ke rumahmu. Nah, disinilah perlu kehati-hatian.  Pernah tidak  terpikir untuk mengecek roduk itu terlebih dahulu. Apa hanya karena testimony dari si penjual atau beberapa orang maka kita lantas percaya produk tersebut akan juga cocok buat kita.

Hal penting yang harus kita lakukan adalah cek legalitasnya. Konsumen cerdas pasti tau produk berkelas dan terpercaya mestinya  sudah memiliki label yang menunjukkan keamanannya.
Pernah tidak mendengar slogan Cek KLIK.  Slogan ini begitu mudah diucapkan hingga tentunya takkan menyusahkan apabila kita mengaplikasiannyya, Cek KLIK , terdiri dari cek kemasan, label, ijin edar, dan kedaluwarsa.

·       Cek Kemasan

Ngapain kita perlu cek kemasan segala? Pertama kali kita membeli sesuatu pasti kita akan melihat kemasannya.  Tandai kemasan yang sering kamu pakai. Hati-hati jika kemasan tiba-tiba berubah atau ada sedikit perbedaan. Lihat kemasan, jika pake dos, apakah dosnya sobek, lecek, penyok bahkan terlihat kusam. Itu bisa jadi karena kesalahan saat pengiriman (ini jika kamu beli via online lho). Namun tidak  menutup kemungkinan jika memang itu adalah produk yang tidak layak alias tidak aman untuk kamu pakai.

·         Cek Label

 Label jelas hal selanjutnya yang perlu kita lihat. Jadi ingat anak saya yang selalu membaca label makanan yang akan dia makan, semisal mie instan maka akan dia perhatikan cara memasak yang terulis pada kemasan hingga jika kita tak mengikuti aturan tertulis itu dia akan protes. Itu contoh sederhana. Jelas kita mesti memperhatikan label, beberapa merek kosmetik seringkali dipalsukan dengan mengubah salah satu atau beberapa huruf. Contoh saja  misalnya, produk makanan seperti ayam goreng yang terkenal, K*C, akan ditulis ke**si oleh penirunya. Aman tidak kalau kamu mengonsumsi merek second alias merek palsu, ? Kamu sendiri yang pilh ya.
Jadi ingat kasus seorang emak yang mempermasalahkan kemasan sebuah obat batuk anak. Jika dulunya botol tersebut  berbahasa kebarat-baratan, namun sekarang sudah keindonesiaan.. Nah, inilah contoh konsumen cerdas, dia mengetahui ada yang aneh dari obat yang biasa digunakannya, dan ternyata meski itu hanya perubahan nama dan pada akhirnya jelas bahwa obat tersebut benar telah terdaftar namun dia jeli untuk mengetahui dan mempertanyakan hal tersebut. Begitu pula kalian wahai para gadis milenial ataupun emak-emak cerdas yang pingin tetap kelihatan cantik biar disayang suami. Kosmetik  yang akan kamu beli untuk nantinya kamu gunakan mesti diperhatikan labelnya. Nama produk, komposisi, kegunaan, nama produsen, ukuran, isi, dan seterusnya. Hal- hal tersebut wajib kamu baca ketika membeli sebuah produk.



·         Cek Izin Edar

Langkah selanjutnya setelah mengecek label adalah dengan melihat apakah kosmetik yang kita gunakan ini sudah terdaftar apa belum.  Lembaga yang bertugas mendetekesi dan mengeluarkan ijin untuk segenap makanan, obat dan bahkan termasuk kosmetik adalah BPOM alias Balai Pengawasan Obat dan Makanan. Namanya saja lembaga pengawas, jadi sudah jelas tentu merekalah yang berhak mengeluarkan ijin edar setiap produk yang layak konsumsi. Mau tau apa produk yang kamu konsumsi termasuk kosmetik mu aman dan sudah terdaftar, gampang banget.. langsung aja buka cek.bpom.pom.go.id  . Masukkan nomor yang ada. Kalau muncul tulisan seperti gambar di atas berarti produk kamu aman, karena sudah melalui uji dari BPOM. Lebih mudah lagi, bahkan sudah ada  aplikasi yang dengan gampang kamu download di playstore  kamu.  Cari saja cek  BPOM, pasti ketemu. Semudah menemukan toko online  yang tanpa ongkos kirim.  




 Ketikkan  saja nomor ijin edar produk yang kamu mau tau  keabsahannya di kolom kata kunci. Mudah kan? Hasilnya   akan  terlihat  seperti  di  bawah  ini. (maap yah kalau  ada coretan)



·         Cek Kadaluwarsa

Ini yang terakhir dan tentunya juga sangat penting. Produk kamu kemasannya sudah layak, label oke, bahkan dicek di link bpom, sudah terdaftar.. eh, tau-tau pas mau dipake sudah lewat masa kadaluawarsanya gak banget kan ya.. Kayak makan jambu yang kulitnya mulus pas digigit eh ada ulat yang nongol. Perhatikan ya, di setiap produk akan tertera  batas tanggal kedaluwarsa. Perhatikan baik – baik, karena kadang ada pula yang menyangka tanggal pembuatan sebagai  tanggal kedaluarsa. Beda  ya,  tanggal pembuatan biasanya tertulis MD (manufactured date) sedangkan kedulawarsanya akan tertulis dengan  huruf  ED (expire date)


Mari menjadi konsumen cerdas yang dapat melindungi diri dari berbagai ancaman dan serbuan kosmetik yang beresiko bagi kesehatan  diri sendiri. Apalagi jaman online sekarang ini di mana apa-apa tinggal klik handphone dan barangpun datang meluncur. Pengen cantik juga mesti cerdas. Apalagi kalau kamu ngaku anak milenial yang canggih. 
Wahai kamu yang ingat tagline sebuah lirik lagu ini pasti sejaman dengan saya… Hehehe…
Kamu cantik… cantik dari hatimuuuu…. "

Pingin cantik?
Jangan lupa Cek Klik.

Pilih kosmetik?
Ingat Cek  Klik






sumber  :  instagram bpom


Senin, 25 September 2017

World Pharmacist Day, IAI Kab Sorong

25 September 2017

Pagi ini, tidak seperti pagi yang biasanya, saya bangun lebih pagi.Kali ini pukul 05.00 saya sudah bak bik buk di dapur. Selesai masak yang disambi menggilas cucian sambil onlen pulak, akhirnya kelar tepat pukul 06.10. Mandi kilat 10 menit, dan segera bergerak buru-buru keluar rumah mengejar amgkot. Sungguh butuh perjuangan, mana harus menggotong teh kotak 1 dos ditambah kertas-kertas spanduk dan selebaran. Namun tak sampai 5 menit tibalah saya di lampu merah alun-alun. Dengan segala kerempongan gotong-menggotong, akhirnya saya berhasil turun dari angkot, membayar 5ribu rupiah yang dititip lewat anak sekolah yang juga ikut turun di tempat yang sama *aduh gak penting amat diceritain juga.

Sambil melongok ke kiri dan ke kanan mencari bantuan, mengira sudah ada rekan saya di TKP tempat kami berencana untuk meeting point tapi ternyata belum nongol satupun, mengasolah saya di pangkalan ojek berteman seorang mas ojek yang rupanga masih sendiri tak punya teman seperti saya. Tidak lama muncul seorang rekan saya dan kami berduapun melaju menuju ke kantor polisi. Ngapain? Minta ditangkap? Ya, nggaklah... 
Tiba di pos jaga :

Kami : "Pagi pak.. Mau lapor nih..!"
Pak Polisi (PP) : "Ya Bu',  ada apa.. (dipanggil ibu ternyata muka gue gak bisa berbohong, nasib mak-emak..)
Kami : "Gini Pak.. kami kan sudah masukkan surat  permohonan ijin kemarin mau ngadain kegiatan di lampu merah begini....begini..begini... dst..."
PP : "Loh, suratnya masuk kapan Bu..(masih ibu lho).. kami belum terima informasinya.."
Kami : Waduuh... untung nih saya bawa surat cadangan.. "Nih pak.. kayak gini lho..." sambil ngejelasin lagi ba bi bu... 
PP : Ooh.. mau bagi-bagi brosur.. Bolehlah.. nanti dikawal sama pak Lantas. Tapi gak bagi-bagi pil bang Somad itu



kan Bu'?
Saya : "Rencananya sih gitu pak.." #sambilmesem-mesem..
PP : "...???#$&/#??++!#&$$@???..."

Singkat kata dan cerita, pak polisi ngijinin dan kitapun kembali ke pangkalan ojek nungguin yang lain. Tak lama satu persatu wajah-wajah ketjeh Apoteker se-Kabupaten Sorong mulai bermunculan. Dan drama dimulai dengan abang Rizal yang tak muncul-muncul padahal dia yang membawa brosur sebagian. Lalu ingat pulalah saya yang lupa membawa masker jatah saya yang mestinya akan ikut dibagi-bagi. Untunglah ada Kak Ros yang bisa dimintai tolong untuk membawakan saya 1 sebagai jatah saya. Jadi kami sudah memutuskan masing-masing membawa 1 dos masker untuk dibagi-bagi ke masyarakat utamanya para pengguna jalan bersama dengan brosur-brosur yang sudah disiapkan. Dan kami terpaksa memulai duluan dengan brosur seadanya karena lampu merah semakin ramai.
Untunglah tak lama Bang eh kayaknya Adek sih, sebutlah dia Adek Rizal muncul membawa brosur sehingga kami dengan segera  bergerak membagi-bagi brosur dan masker. 
"Permisi Pak Bu.. ini ada masker, dipake ya..! Trus brosurnya di baca ya, bebas DP cicilan ringan..."..eh.. nggak deng.. dikira nawarin KPR malahan.. 

"Permisi Pak.. ini ada masker..."
"Nggak dek!"... (eciyeee... dipanggil adek..) 
"Gratis lho pak.. tapi syaratnya brosurnya mesti dibaca ya.."
"Oh ya?.. minta 2 kalo gitu buat penumpang di belakang..!"
"......-_- "


Lampu merah berikutnya..
Temen saya : "Permisi Pak.. "
Sopir mobil terus melaju namun kemudian bukain kaca mobil...
Temen saya : kejar mobil... lalu ....gubrak... ternyata Papol yang tadi.. 

Next ...
Saya : Permisi Pak.. 
Si Bapak : Ini saya bisa dapat di Apotek mana?.. 
Saya : Di semua apotek Kab Sorong pak... cari saja Apotekernya..
#lalu mikir, si Bapak kok tau ini kegiatan Apoteker..  dan kemudian sadar, pasti tadi dia sudah lewat.. :D

Dst...

Dst....

Dst......


Tak terasa hampir sejam kami berdiri di bawah  teduhnya lampu merah. Teduh, karena cuaca sangat bersahabat, tak panas.. namun gerimis mengundang. Jualan aka brosur dan masker laku keras. Lalu tampak seorang gadis manis berjas putih tulang turun dari mobil lalu berlari-lari kecil menuju ke arah kami. 
"Maaf kakaa.. telat...  !"
"Gak papa dek, asal bukan telat yang itu ya.. 
kamu bantuin megang-megang poster saja, lumayan buat poto-poto... "
"Loh.. sudah pada mau pulang?".. 
"Hehehe... 
Dan kami semua tersenyum sumringah diiringi cekrek kiri kanan bahkan siaran langsung ala-ala...

Berkumpullah kami di satu sisi lampu merah. Dua orang adek dengan semangat menggebu-gebu ala pahlawan dengan penuh antusiasme secara bergantian mulai menyerukan himbauan bagi seluruh rakyat indonesia.. khususnya masyarakat kabupaten  sorong agar cerdas  menggunakan obat.
Maraknya pemberitaan akan obat ilegal PCC yang telah merusak jiwa anak muda menjadi keprihatinan utama, yang mana profesi apoteker turut tersudutkan karena pemberitaan yang tidak jelas. Ah... bukankah kami yang seharusnya berada di garda terdepan memberikan layanan kefarmasian?
Kalaupun kami menjual obat psikotropika  dan narkotika, tentunya dengan seturut segala peraturan dan undang-undang yang berlaku. Toh kami profesi  yang legal untuk itu. Semua demi kepentingan dan kesehatan bangsa ini.  #curhatdikit...

Waspada  Obat Illegal.
Obat Illegal Berbahaya.
Jangan beli obat secara online.
Beli Obat di Apotek.
Masyarakat cerdas gunakan  obat dengan bijak.
Antibiotik hanya dengan resep  dokter.
Jika ragu dengan obat yang anda konsumsi, tanya apoteker.
Dapatkan obat di sarana kesehatan yang resmi
Hati-hati gunakan obat.
Obat adalah racun, tergantung cara pakainya.
Nyatakan perang terhadap obat  ilegal.
Tanya obat tanya apoteker.
Jayalah apoteker Indonesia.


Selamat Hari  Apoteker Sedunia
World Pharmacist Day
25 September 2017


#terimakasih kawan semua atas partisipasi kalian.