Rabu, 10 April 2013

Pulang ke kampung nenek



Hari Kamis tanggal 28 Maret yang lalu, Wilda berangkat bersama papanya ke Ambon. Sebenarnya nggak ada rencana pulang kampung, tapi karena kebetulan tanggal 31 Maret saya juga ada kegiatan dari kantor di Ambon, maka Papa dan Wilda memutuskan pulang duluan biar nanti selesai kegiatan saya ikut menyusul mereka di kampung.
Saat pergi saya mengantar mereka ke bandara, dan ternyata Wilda sempat ngamuk-ngamuk minta turun dari pesawat karena saya nggak ikut. Hehe..
Tapi itu nggak berlangsung lama. Setelah papanya membujuk, dia malah langsung minta foto-foto. #eh.. genitnya keluar..

bergaya dalam pesawat


Turun dari pesawat, ternyata Wilda masih ingat mamanya. Kata si Papa, Wilda ngubek-ngubek bandara mencari saya. Akhirnya Papa terpaksa bilang kalau mama lagi nyari boneka Wilda yang ketinggalan, jadi nanti baru mama ikut dari belakang.

turun dari pesawat, kebingungan mencari mama

Dari bandara Pattimura, mereka melanjutkan perjalanan dengan menyewa mobil ke kampung Papa di Allang. Sepanjang perjalanan terpampang pemandangan pantai yang indah ternyata mampu membuat Wilda akhirnya melupakan mamanya untuk sementara. Sepanjang jalan dia bernyanyi dengan gembira selama hampir sejam hingga akhirnya tiba di Allang. Sampai di Allang mereka beristirahat di rumah seorang keponakan Papa. Rumahnya tepat di pinggir pantai. Jelas saja Wilda langsung berjingkrak kegirangan dan langsung nyemplung ke air laut. Terpaksa ganti baju lagi deh. Untungnya mama sudah menyiapkan baju ganti di tas punggung Papa, jadi Papa tidak perlu repot-repot membongkar koper  soalnya perjalanan ke rumah nenek masih jauh dan harus di tempuh dengan menggunakan speed atau perahu motor.

langsung lari menuju air laut


hei.. ikutan yuk..


Sambil menunggu keluarga Papa yang lain yang kebetulan juga akan pulang ke kampung, Wilda sarapan dulu. Soalnya tadi pagi berangkat dari rumah subuh-subuh jadi nggak sempat sarapan. Namun ternyata yang di tunggu datangnya cepat sekali. Suami keponakan Papa yang akan membawa speed juga sudah siap. Tapi karena Wilda makannya lama, akhirnya sarapan dilanjutkan di dalam speed. Perjalanan lewat laut cukup lama, sekitar 2 jam lebih. Dan Wildapun tertidur di tengah buaian angin laut yang kencang menerpa muka.

di dalam speed, nggak ada atapnya lho...

Setibanya di rumah nenek, Wilda di sambut dengan penuh antusias oleh nenek, tete (kakek), juga sepupu-sepupunya. Kampung nenek letaknya juga di pinggir pantai. Menurut cerita Papa, dulu orang dari Allang bertransmigrasi ke pulau Seram bagian barat, dan mendiami kampung mereka yang sekarang ini dan di beri nama Hato Allang. Kampung Hato Allang ini kecil saja. Mungkin kalau di kota cuma sekitar satu RT hehehe..

Dan apa kegiatan Wilda selama di kampung? Lihat saja dalam gambar berikut ini...

halo teman...

berlarian bersama teman-teman

baru bangun langsung ke pantai

melihat teman-teman kecil sedang memancing

di jembatan

rumah nenek yang asri

bersenda gurau dengan sepupu kecil

suasana kampung nenek

ayo, kita main sepeda



pantainya bersih

siap-siap menerjang ombak

ayooo berenang

membasuh badan di kran setelah berenang

uh.. jernihnya..

menemani Papa bermain bola di pantai

berjoget bersama para sepupu





Setiap hari dia mandi air laut paling sedikit 2 kali sehari. Dan hasilnya, badannya langsung menggelap. Bahkan keningnya terlihat menyala gosong saking cintanya dengan laut. Hehe..
Dia juga bahkan sudah lupa mama karena keasyikannya bermain dengan teman-teman ciliknya.
Sekarang malah mama yang bolak-balik menatap foto-foto Wilda karena kangen, apalagi nggak bisa nelpon karena di kampung papa itu belum ada signal. Hikss...

Syukurnya, meski seminggu berpisah, namun begitu mama bergabung dengan Wilda dan Papa di kampung, dia langsung meluk saya dan nggak mau lepas hampir setengah jam minta gendong terus. Yayyy... ternyata kamu juga kangen aku ya nak..

1st Giveaway : Jalan-jalan Seru untuk Keke dan Nai

11 komentar:

  1. Di kampung neneknya Wilda banyak teman ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, yang seumuran Wilda banyak, makanya dia betah.

      Hapus
  2. Mba...pantainya kereeeen, kepingin atuh aku ke sana. Indah bener, bersih pula...Keke, Naiiiii...teriak dari balik panggung *ayo ke Ambon...*eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bersih banget.. makanya berenang tiap hari.. hehe..

      Ayo Keke Nai.. ikut... :D

      Hapus
  3. Wilda kuat ya naik speed 2 jam..
    jadi kampung nenek itu ada di pulau lain ya..
    pantainya indah bersih, langit biru laut biru cantik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kampungnya di Pulau Seram, tapi masih masuk wilayah Maluku.

      Hapus
  4. Pasti nyeees di hati ya saat memeluk Wilda saat baru bertemu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak.. Serasa bertahun-tahun nggak ketemu.. jiyaahhh..

      Hapus
  5. Subhanallah, pantainya indah bangetttt....

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup... keren deh pokoknya.. :)

      Hapus
  6. Mbak pantainya indah bgt. Sy juga kl seandainya di dkt rumah ada pantai kyk gitu, sy bakal biarin anak2 sy bermain di pantai sepuasnya :D

    Terima kasih udah berpartisipasi :)

    BalasHapus