Selasa, 14 Februari 2012

Membaca

Membaca...
Saya sukaa sekali aktivitas satu ini. Saya senang membaca apa saja. Mungkin karena dari kecil sudah di hadapkan pada buku2, jadi kegemaran ini berlanjut sampai dewasa. Dulu, saat berusia sekitar 3 tahun, meskipun belum mengenal huruf dan angka, namun saya senang sekali memandangi gambar2 di koran yang ibu bawa dari kantor. Ataupun saat saya merengek ikut ibu ke kantor, maka saya akan dihadapkan pada beratus2 buku yang ada di rak. Jangan heran,, ibu saya bekerja sebagai penjaga perpustakaan sebuah sekolah menengah teknologi (a librarian kerennya)..  Jadi buku bukan barang baru lagi.. 
Meskipun kadang2 yang saya baca hanya seputar novel dan sebangsanya yang bersifat fiksi, kadang2 malah alergi dengan buku2 ekonomi, politik,  tapi intinya saya sukaaaa sekali membaca.
Dulu, waktu masih kecil, bacaan saya ya koran itu, kalau gak salah dulu "Suara Pembaruan", dan ini lumayan membantu, karena akhirnya saya bisa membaca dan mengeja huruf sebelum masuk SD (belum ada TK jd langsung SD hehe).
Selanjutnya buku-buku komik pinjaman dari teman  seperti Paman Gober, Donald Bebek, Bobo, Pak Janggut dll menjadi santapan.. 
maap tulisannya berenti, lagi sibuk baca hehehe...
 .................****.....................
nyambung lagi, Kemudian, menginjak bangku SMP, teman saya mulai berlangganan majalah Aneka, hmm majalah remaja kala itu.. (*sekarang masih ada nggak ya?), mulailah, saya juga nebeng membaca, sebenarnya sih seingat saya dia mulai langganan kelas 6 SD.. tidak lama, karena sudah gak sekelas, saya mulai nebeng baca di teman yang lain.. (seorang teman keturunan Chinese anak pemilik restoran), yang jelas koleksi bukunya sangat banyak karena merupakan warisan dari kakak2nya. Jadi komik2 Dora Emon, Serial Cantik, Topeng Kaca, Candy2, dsb, juga serial petualangan seperti tiga serangkai dll bahkan Wiro sableng dan sejenisnya, juga majalah2 bekas bertumpuk di rak buku mereka yang beraada dalam sejenis perpustakaan mini. Jadilah saya tiap ada kesempatan  ke rumahnya pasti mengunjungi perpustakaan mininya itu. Seingat saya sempat pula di ajak oleh seorang teman untuk membaca di sebuah perpustakaan milik sebuah asrama siswa di kota kami, meski jauh, tapi demi niat baca buku gratis, ya saya dengan senang hati mengikuti ajakannya.. Mungkin ada yang bertanya2,, kok yo gak beli sendiri aja, Hmm memang sih pengennya kayak gitu, tp apa daya gak punya duit (..*alasan klasik), pun di kota kecil kami belum ada toko buku yang menyediakan buku seperti itu (adanya cuma toko buku pelajaran saja). Sampai SMP, saya kadang2 masih mengunjungi ibu di tempat kerjanya kalau ada kesempatan, sambil nebeng baca buku2 jenis cerita ataupun jenis buku rohani ..(*jelas saya gak minat membaca buku2 pelajaran STM). 
Duduk di bangku SMA pun saya semakin ketagihan membaca, saya senang sekali nongkrong di Perpustakaan, meskipun agak mengecewakan juga sih karena gak ada yang bagus untuk di baca.. Yang menjadi favorit saya waktu itu cm sebuah buku pelajaran bahasa Jerman, yang hasilnya sampai sekarang saya teteup gak tau bahasa jerman sedikitpun ..
Dan tiba di jaman kuliah yang waktu totally dihabiskan hanya di kampus dari pagi sampai petang, untuk kuliah, praktikum, mengerjakan laporan, dll.. Hampir tdk ada waktu untuk istirahat, dan saya masih heran sampai sekarang malah ada seorang teman yang kuliah di 2 tempat waktu itu (dia kulian malam di sebuah kampus lain). weleh..weleh gimana dia bagi waktunya ya..?
saya tetap masih suka mengunjungi perpustakaan walaupun itu hanya untuk mencari bahan referensi untuk pembuatan laporan atau untuk mngerjakan tugas.Perpustakaan memang jadi tempat favorit untuk mengerjakan tugas karena tersedia meja2 yang lebar pas sekali untuk meletakkan berbagai barang bawaan.
Kadang2 saya masih menyempatkan diri mencari buku2 fiksi di bagian rak belakang perpustakaan untuk di baca di waktu senggang. Dan di masa2 kuliah ini, paling senang karena akhirnya bisa mengunjungi Gramedia untuk belanja buku sendiri walaupun dengan menyisihkan duit kirimin yang sangat sedikit. Ada seorang teman kuliah juga yang sering merekomendasikan bacaan-bacaan yang bagus. Jadi bisa milih2 mana yang layak untuk di baca.
Selanjutnya kehidupan sehabis kuliah, saya lebih memilih pergi ke daerah pedalaman artinya jauh lagi dari tempat saya bisa memperoleh bacaan. Pertama kali menginjak kota ini, saya langsung bertanya pada teman : ada gak toko buku di tempat ini.. Dan ternyata gak ada.. hiks..hiks sedih deh.. Tapi gak lama, sekitar tahun kedua saya, ada sebuah toko buku yang buka di kota, huaaaah senangnya.. Tapi sampai di toko tersebut lantas saya menggigit jari,, harganya sungguh2 muahaaall.. Saya menghabiskan seperempat gaji saya saat pertama kali ke toko buku itu.. Apess deh.. Kunjungan selanjutnya sayapun lebih selektif memilih mana buku yang harus saya beli baik dari segi isi maupun harganya.
Sesekali saya juga memesan buku dari teman saya yang masih di kota yang dengan senang hati membelikan dan mengirimi saya buku (teman yang sama yang meminjami buku n majalah langganannya waktu SD dulu). Waktu itu sempat dikirimi Laskar Pelangi, n Harry Potter edisi terakhir.
Sekarang, berkat adanya teknologi jaringan sosial, sayapun bisa memiliki buku lagi dari online2 shop.. Meskipun gak rutin beli (takut pengeluaran membengkak), saya senang bisa punya buku lagi. Oh ya, buku favorit saya Totto Chan,, sudah 2 x membelinya, 2 x pula di pinjam teman dan nggak kembali, sayapun mencoba mendownload ebooknya, dan berhasil...
Kebanyakan memang buku2 yang saya beli tidak bertahan di rak buku saya, karena sebagian besar dipinjamin ke teman2. Dan memang biasanya sebagian besar tidak kembali, tapi tidak apa2lah karena setiap buku yang saya beli saya tulisi nama, komplit dengan alamat dan tanda-tangan. Paling nggak, harapan saya jika buku saya berkelana maka suatu saat bisa kembali ke saya.

Karena senangnya membaca, sayapun membaca ulang tulisan saya ini, lho.. kok dari judul membaca, malah isinya lari ke masalah saya yang kebingungan mendapatkan bacaan.. tapi biarlah gak sinkron, yang penting masih nyambung2 dikit.. hehe..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar